Sekeping Puzzle yang Hilang

Judul yang aneh..

Ato orang yang membuat ni tulisan yang aneh??

Terserah anda menilainya.

Jumat. Tadi pagi, dalam sebuah forum pengajian pagi di sekolah, bapak penceramah mengatakan sesuatu yang luar biasa:

Mengapa kita, umat muslim begitu lemah? Begitu mudah ditindas? KARENA KITA TERPECAH BELAH ! Maka dari itu kesimpulan ceramah saya hari ini adalah umat Islam HARUS BERSATU! Jangan lagi kita saling membangga-banggakan diri dalam golongan masing-masing

LUAR BIASA !

Sungguh, mendengar penuturan beliau, saya tiba-tiba merasa seolah-seolah perjuangan menyadarkan umat untuk bersatu bukanlah hal yang mustahil. Penuturan beliau itu juga membuat saya semakin termotivasi tuk bergerak lebih banyak lagi.

Ya,memang benar apa yang dikatakan bapak penceramah tadi. Perpecahan. Itulah faktor utama yang membuat umat muslim sedemikian lemah dihadapan kaum kafir. Bayangkan! Dahulu, umat Islam yang bersatu dibawah satu pimpinan Rasulullah SAW, berhasil memenangkan pertempuran Badar. Padahal saat itu kaum muslim hanya berjumlah 300-an orang, sedangkan musuh berjumlah tidak kurang dari 300.000 !! Lihatlah sekarang ketika Islam terpecah belah. Hanya menghadapi negeri kecil seperti israel, umat islam yang berjumlah 1,4 miliar itu bagaikan macan ompong !Mereka kuat, namun tak punya taring !

Sekarang yang ingin saya tekankan disini, adalah apabila perpecahan yang disebut oleh bapak penceramah di atas, ditafsirkan para pendengar, juga anda sekalian sebagai akibat dari adanya gerakan-gerakan dakwah yang sedemikian banyak. Anggapan ini adalah sebuah hal yang jelas sangat berbahaya:

1.) Karena memang adanya jamaah/gerakan dakwah untuk menyerukan Islam secara konsisten dan sungguh-sungguh memang sebuah PERINTAH dari Allah.

Hendaklah ada segolongan umat diantara kalian yang menyeru kepada kebajikan, melakukan amar ma’ruf nahi mungkar, merekalah orang-orang yang beruntung.”[Ali Imran:104]

Ayat ini jelas-jelas memerintahkan agar ada sebuah gerakan jamaah terorganisr untuk menyerukan Islam. Jumlah tidak ditentukan, namun yang jelas menegaskan minimal ADA gerakan jamaah untuk menyerukan Islam tadi.

2.)Perbedaan merupakan hal yang WAJAR & DIPERBOLEHKAN dalam Islam.

Ini bisa dikuatkan oleh sikap Rasul ketika beliau mengatakan pada dua orang sahabat yang pergi ke bani khuraizah: “Janganlah kalian shalat ashar sebelum tiba di bani khuraizah“.

Sahabat yang pertama menafsirkan bahwa mereka tidak boleh shalat ashar sebelum mereka benar-benar telah tiba di tempat tujuan. Namun yang seorang lagi menafsirkan bahwa yang dimaksud Rasul adalah agar mereka bersegera untuk ke sana. Adapun jika ashar tiba, mereka tetap harus segera shalat ashar.

Nah, setelah Rasul mengetahui kedua pendapat sahabat tadi, beliau membenarkan kedua pendapat tersebut. Ini merupakan dalil bahwa perbedaan hal yang dibolehkan, dengan catatan:

– Memiliki dasar yang digali dari empat sumber hukum Islam (Al-Quran, Hadits, Ijma sahabat, Qiyas)

– Hanya boleh pada masalah furu’ (cabang), bukan masalah yang sudah jelas hukumnya seperti wajibnya shalat, satunya akidah, wajibnya berhukum pada hukum Allah, dan sejenisnya.

Nah, jadi harus dipahami, maksud perpecahan yang menjadi faktor pelemah umat Islam disini adalah tersekat-sekatnya kaum muslim dalam batasan-batasan Nasionalisme. Akibat dari Nasionalisme itulah apa yang disebut Rasul: SEORANG MUSLIM ADALAH SAUDARA BAGI MUSLIM YANG LAIN, tak pernah termanifestasikan secara nyata. Dan pada akhirnya muncul-lah sebutan-sebutan: Muslim Arab, Muslim Iraq, Muslim Malaysia, Muslim Indonesia, dan sebagainya.

Akibat paham Nasionalisme ini pula, umat menganggap muslim dibelahan negara lain sebagai “saudara” yang hanya sekadar nama, namun wujud persaudaraan itu tidak menjadi kenyataan.

Lihat fakta yang jelas-jelas terjadi beberapa tahun silam ketika saudara kita di Iraq dan Afghanistan diteror secara nyata di depan mata kita, apa yang dilakukan muslim dibelahan dunia lainnya? Hanya bisa mengecam dan diam karena hanya merasa itu merupakan urusan negara lain! Apa yang dilakukan pemimpin-pemimpin negeri muslim? Hanya diam dan melakukan KTT sia-sia ditengah terbunuhnya ratusan nyawa kaum muslim!

Apakah mereka lupa perintah junjungan dan teladannya, yakni Rasulullah SAW yang brsabda:

Seorang imam tidak lain laksana perisai, dimana orang-orang akan berperang di belakangnya dan menjadikannya pelindung” (HR. Muslim)

Inilah sesungguhnya perpecahan itu. Umat Islam tersekat-sekat dalam kurungan Nasionalisme, hingga akhirnya mereka tidak lagi memiliki pemimpin yang mampu melindungi harta, kehormatan bahkan jiwa mereka! Maka tidak ada jalan lain untuk mempersatukan kaum muslim selain berjuang mengembalikan potongan puzzle yang hilang, yakni Daulah Khilafah Islamiyyah.

Wallahu a’lam

Banjarmasin, 15 Desember 2008

–REVolusi itu pASTi–

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: