Pentingnya Indonesia yang Demokratis

Meski selalu ada potensi bahaya dari partai Islam terhadap kebebasan yang demokratis, jika kelak berkuasa, pelibatan partai-partai tersebut dalam institusi-institusi demokrasi secara terbuka dalam jangka panjang akan mendorong lahirnya sikap moderat (RAND Project AIR FORCE)

Tentu bukan tanpa alasan kalau Hillary Clinton memuji-muji Indonesia sebagai negara demokratis terbesar dunia yang berhasil menggabungkan Islam dan demokrasi. Bukan tanpa alasan pula kalau negara Barat memberikan bantuan dana yang besar bagi suksesnya pemilu Indonesia termasuk menghadirkan pemantau asing. Eksistensi penjajahan negara Barat seperti Amerika Serikat sangat ditentukan sejauh mana dunia lain mengadopsi ide pokok mereka demokrasi dan liberalisme. “ Jika kita mau melindungi negara kita dalam jangka panjang, hal terbaik yang dilakukan adalah menyebarkan kebebasan dan demokrasi,” tegas Bush (Kompas, 6/11/2004).

Dengan jumlah penduduk yang mayoritas Muslim terbesar di dunia mengamankan Indonesia sebagai negara yang demokratis menjadi sangat penting bagi negara adi daya itu. Demokrasi dengan pilar pentingnya kedaulatan rakyat akan tetap menjamin Indonesia menjadi negara sekuler. Ini sangat penting bagi negara Paman Sam. Negara sekuler akan menyelamatkan Indonesia dari ancaman penegakan syariah Islam. Sebab prinsip sekuler menegasikan agama sebagai pengatur kehidupan dalam bidang ekonomi, politik dan sosial.

Agama dikerdilkan sebatas moral, ritual, kewajiban individual. Kalapun bersinggungan dengan politik hanya sebatas nilai substansialnya saja seperti kejujuran, amanah, dan semacamnya. Berdasarkan prinsip sekuler ini, siapapun yang ingin menegakkan syariah Islam akan diserang dengan opini: Indonesia bukan negara agama, Indonesia bukan hanya milik umat Islam!

Tegaknya syariah Islam di Indonesia tentu saja mimpi buruk yang sangat menakutkan negara imperialis itu. Dengan jumlah penduduk 220 juta yang mayoritas Islam dengan kekayaan alam yang melimpah akan menjadi negara Khilafah yang kuat. Pasalnya, tegaknya syariah Islam akan menghentikan penjajahan Amerika di Indonesia karenanya akan mengancam kepentingan politik dan ekonomi mereka di Indonesia.

Syariah Islam akan membendung permainan politik negara imperialis seperti AS yang selalu ingin memastikan elite-elite politik tetap di bawah kontrol mereka. Sebab pemimpin dalam Islam haruslah orang yang bertakwa, kuat dalam pengertian tegas, dan mengurus umat. Pemimpin bertakwa akan selalu menjaga tegaknya syariah Islam. Pemimpin yang kuat tidak akan memberikan jalan sedikit pun kepada asing untuk menguasai umat Islam apalagi mengontrol politik negeri Islam. Pemimpin itu juga akan lebih mendahulukan melayani masyarakat, bukan sebagai jongos dari negara-negara imperialis yang menjadi tuan besarnya.

Secara politik syariah Islam akan menutup segala hal yang menjadi jalan penjajahan asing. UU yang ditegakkan haruslah berdasarkan syariat Islam, bukan UU pesanan asing yang lebih memihak pada penjajah asing. Negara yang berdasarkan syariah Islam juga akan melarang LSM asing atau komprador asing yang menjadi kaki tangan asing menghancurkan negara, memecah belah negara, atau menyebarkan kemaksiatan atas nama HAM yang merupakan ide kufur.

Syariah Islam juga akan tegas terhadap kelompok yang mengatasnamakan kebebasan beragama dan berpendapat memurtadkan umat Islam, merusak akidah umat. Tidak akan dibiarkan kelompok seperti Ahmadiyah yang jelas-jelas kufur dan menjadi kaki tangan Inggris untuk merusak akidah umat Islam.

Syariah Islam juga akan menerapkan ekonomi berdasarkan syariah Islam. Hal ini jelas akan mengancam kepentingan penjajahan ekonomi AS. Berdasarkan syariah Islam eksploitasi kekayaan alam Indonesia atas nama pasar bebas dan investasi asing akan distop. Tidak akan dibiarkan kekayaan alam Indonesia dirampok oleh asing sementara rakyat Indonesi hidup menderita.

Berdasarkan syariah Islam barang-barang tambang yang jumlahnya melimpah seperti minyak, gas, batubara, emas, adalah milik rakyat (milkiyah ‘amah) yang tidak boleh dimiliki oleh individu/swasta apalagi asing. Barang tambang itu akan dikelola oleh negara dengan baik dan hasilnya untuk kepentingan rakyat seperti pendidikan dan kesehatan gratis tapi paripurna dalam pelayanan. Syariat Islam akan menghentikan privatisasi air, hutan, dan listrik. Sebab semuanya adalah pemilikan umum yang merupakan milik rakyat. Listrik dan air adalah hajat hidup rakyat yang penting yang bisa diperoleh rakyat dengan murah.

Negara yang berdasarkan syariah Islam ini akan menjadi negara adidaya yang kuat dan berwibawa serta siap berhadapan dengan negara imprialis yang bengis. Kewajiban jihad akan menjadi kekuatan utama tentara di samping persenjataan yang modern. Keinginan meraih surga dengan syahid fii sabilillah membuat tentara-tentara memiliki semangat yang luar biasa. Prinsip mereka: hidup mulia atau mati syahid. Tentara-tentara yang kuat ini akan menjadi pelindung rakyat dan negara dari segala bentuk penjajahan asing.

Walhasil, AS dan sekutunya akan selalu berusaha dengan segala cara menjamin agar Indonesia tetap menjadi negara sekuler. Untuk itu Indonesia harus dijaga agar sistem politiknya tetap demokrasi. Dan pemilu adalah mekanisme penting untuk menjaga itu semua!

(Forwarded from farid wadjdi wrote – http://www.mediaumat.com)

Kapitalisme-Liberalisme dengan Demokrasi sempitnya,

Islam, dengan Syariah dan Rahmat-NYA

–Mana Yang Kau Pilih?–

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: