Mencoba Mengerti Arti Hadir-Mu

Muda foya-foya, Tua kaya raya, Mati masuk surga..”

Entah dari mana, siapa dan kapan aku mendengar slogan atau motto hidup ini. Tapi yang jelas ni kata-kata pernah nangkring di kuping. Tadi siang, pulang dari suatu agenda, setelah melihat sebuah ”peristiwa” yang bagiku bisa”menggemparkan” Banjarmasin dan sekitarnya (lebainya..), entah kenapa, slogan ini kembali menyeruak dari gudang memori yang (mungkin) telah terkubur jauh.. Yang akhirnya membuatku menulis artikel ini.

***

Dalam sebuah forum, sambil santai aku bertanya pada salah seorang adik kelas :

Kamu percaya yang namanya kematian ?”

Ya, ka’…” jawabnya.

Trus kalo mati, mau pilih yang mana ? Masuk syurga atau neraka ?” tanyaku lagi.

Ya masuk syurga lah ka’.. siapa juga yang mau milih masuk neraka..” jawabnya.

KEINGINANKU JUGA KEINGINAN KALIAN

Sejak kecil kita selalu diajari untuk beribadah kepada Allah. Sejak kecil kita selalu dididik untuk taat pada orangtua. Dan boleh jadi, sejak kecil pula kita telah mengetahui tentang kematian, syurga, dan neraka. Dengan mengetahui bahwa kita pasti akan mengalami kematian, kita dituntut agar selalu taat pada aturan-Nya. Suka atau tidak suka. Mudah maupun tidak mudah.

Ibarat sebuah perjalanan, di dunia ini kita adalah sang pengembara. Seorang pengembara yang ingin mencapai tujuan akhir yang hakiki. Seperti dialog diatas, sejak kecil kita telah mengetahui bahwa the last destination (Ceile.. bahasanya), tujuan akhir yang kekal Cuma ada dua : Syurga dan Neraka. Orang yang masih waras pasti akan memilih pilihan yang pertama, yakni syurga-Nya :

Mereka merintih di dalam api dan mereka di dalamnya tidak bisa mendengar.” [T.Q.S Al-Anbiyaa : 21 ]

Inilah secuil gambaran jika ada yang menginginkan pilihan kedua, yakni neraka. Tentunya kita semua adalah orang-orang yang menginginkan syurganya Allah. Yang keadaannya sangat sangat kontras bin bertolak belakang dengan tempat yang disebut neraka tadi.

1. Kenikmatan syurga berupa pakaian

Mereka memakai pakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak….” [T.Q.S Al-Insaan : 21]

2. Kenikmatan syurga berupa makanan dan minuman

Dan Kami beri mereka tambahan dengan buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka ingini.” [T.Q.S Ath-Thur : 22]

Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur.” [T.Q.S Al-Insaan : 5]

(yaitu) mata air (dalam surga) yang daripadanya hamba-hamba Allah minum, yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya.” [T.Q.S Al-Insaan : 6]

3. Kenikmatan syurga berupa pasangan hidup

Dan (di dalam syurga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan baik.” [T.Q.S Al-Waqi’ah : 22-23]

Di dalam syurga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni syurga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin.” [T.Q.S Ar-Rahman : 56]

4. Kenikmatan syurga berupa perkara-perkara yang diinginkan

…..di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta.” [T.Q.S Al-Fushilat : 31]

MEREKA YANG DISEDIAKAN SYURGA

1. Menjalankan seluruh fardhu ‘ain

Sesungguhnya Allah berfirman, “Siapa saja yang menghinakan kekasih-Ku, berarti ia telah terang-terangan memusuhi-Ku. Wahai anak adam, engkau tidak akan memperoleh apa yang ada di sisi-Ku kecuali dengan melaksanakan apa yang Aku wajibkan kepadamu…” [H.R Thabrani]

Banyak contoh-contoh fardhu ‘ain : Shalat wajib, Puasa Ramadhan, Naik Haji, Menuntut ilmu Islam, dsb.

2. Menjalankan seluruh fardhu kifayah

Fardhu kifayah adalah sebuah kewajiban yang dibebankan pada seluruh kaum muslim. Tidak adanya satu orang pun yang mengerjakan kewajiban ini, maka keseluruhannya berdosa. Kewajiban ini akan gugur pada muslim yang lainnya, jika telah ada segelintir muslim yang telah menjalankannya. Dengan catatan : kewajiban itu telah selesai sepenuhnya dikerjakan.

Contohnya : Shalat fardhu berjamaa’ah di mesjid bagi kaum laki-laki. >> Jika di sebuah kampung tidak ada satu orangpun yang mau shalat berjama’ah di mesjid kampung itu, maka seluruh warganya akan mendapat dosa.

3. Melaksanakan ibadah-ibadah sunnah

…..Hamba-Ku yang terus menerus mendekatkan dirinya kepada-Ku dengan melaksanakan ibadah sunnah, maka pasti Aku akan mencintainya. Maka (jika Aku telah mencintainya) Aku akan menjadi hatinya yang ia berfikir dengannya; Aku akan menjadi lisannya yang ia berbicara dengannya; dan Aku akan menjadi matanya yang ia melihat dengannya. Jika ia berdo’a kepada-Ku, maka Aku pasti akan mengabulkannya. Jika ia meminta kepada-Ku, maka Aku pasti akan memberinya. Jika ia meminta pertolongan kepada-Ku, maka aku pasti akan menolongnya. Ibadah hamba-Ku yang paling Aku cintai adalah memberikan nasihat.” [H.R Thabrani]

Banyak sekali contoh-contoh ibadah sunnah : Shalat malam, Shalat rawatib, Membaca Al-Qur’an, Puasa Sunnah, dsb.

***

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” [T.Q.S Ali-Imran : 133]

Takwa yang berarti menjalankan apapun yang diperintahkan Allah, tidak peduli apakah perintah-Nya itu adalah sesuatu yang kini tidak banyak lagi manusia yang mau mengerjakannya. Serta menjauhi apapun yang dilarang-Nya, tidak peduli apakah larangan-Nya yang kini tengah banyak dilakukan manusia pada umumya. Perintah dari Allah sampai kapanpun tetaplah sebuah perintah yang wajib dilakukan. Larangan dari Allah sampai kapanpun tetaplah sebuah larangan yang wajib dijauhi. Tidak ada dan sangat mengada-ada jika perubahan zaman kita jadikan alasan untuk tidak tunduk pada ketetapan ini.

Pilihan itu ada ditangan kalian wahai sahabat.. ini bukanlah perkara main-main. Sebab setiap pilihan yang kalian jalani akan menentukan masa depan kalian. Akan menentukan the last destination yang akan kalian tuju kelak. Tempat abadi, tempat kekal bagi peristirahatan terakhir kalian, yang hanya menyisakan dua pilihan : Syurga atau Neraka.

Semoga buletin ini mampu membuka mata hati kita bahwa syurga itu mahal.. butuh sebuah perjuangan keras nan panjang jika kita ingin memperolehnya. Butuh pengorbanan untuk mampu menjadikannya tujuan akhir sesungguhnya. Ia bukanlah tempat yang bisa diperoleh dengan bersantai-santai, meremehkan bahkan menolak apa yang telah menjadi ketetapan-Nya mengenai perkara wajib maupun haram.

Dan semoga buletin ini mampu semakin mendorong diriku, ”dia”, dan kalian semua agar semakin meningkatkan kualitas amal dan ketaatan kepada-Nya..

Wabillahi taufik wa al-hidayah,

Amin.. Amin.. Amin.. Ya Rabbal ’alamin..

(Muhammad Amda Magyasa)

_Banjarmasin, 9 Juli 2009_

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: