Memorial, 85 Tahun Runtuhnya Khilafah Islam

Islam Kaaffah (Menyeluruh) yang tegak dalam wujud negara, telah runtuh 85 tahun silam. Melalui Mustafa Kemal, seorang agen Inggris yang juga dikenal sebagai tokoh tegaknya Negara Turki, sebuah Negara adidaya yang telah berdiri gemilang lebih dari 1300 tahun berhasil dibubarkan..

Para penjajah, tentu tidak akan pernah melupakan bagaimana sulitnya ”perjuangan” meruntuhkan institusi adidaya pemersatu ummat Islam itu (baca : negara khilafah). Lebih dari ratusan tahun upaya fisik mereka lakukan untuk merubuhkan kekuatan ummat Islam ini, namun hal itu tiada menggoyahkan kekuatan Negara Islam yang muncul dari kesatuan aqidah rakyatnya : Laa ila ha ilallah, Muhammadur rasulullah..

Semboyan : “Hidup Mulia, atau Mati Syahid !” selalu menjadi motor yang membuat rakyat Negara Islam itu tidak pernah gentar menghadapi musuh-musuh Islam. Sebuah semboyan yang lahir dari aqidah yang benar.. lahir melalui pemikiran yang benar.. Bahwa menjaga Islam dan negaranya adalah kewajiban dari Tuhannya !

Para penjajah, akhirnya sangat menyadari hal itu. Bahwa ummat Islam tidak akan pernah mampu dirubuhkan melalui jalan militer. Kesatuan ummat Islam ada pada kesempurnaan pemikiran, perasaan dan peraturan Islam yang diembannya. Akhirnya, langkah-langkah baru ditempuh oleh para penjajah, yang sangat ”alergi” dan membenci Islam. Mereka mencoba merusak dan menghancurkan kesatuan pemikiran dan perasaan ummat Islam, yang ujung-ujungnya mengakibatkan terbuangnya Islam sebagai peraturan.

Dihembuskanlah ide tentang nasionalisme atau paham kebangsaan. Sebuah pemikiran yang telah dibuang jauh ke sampah peradaban oleh Rasulullah SAW ketika mempersaudarakan kaum Muhajirin dan kaum Anshar menjadi satu, dalam ikatan yang kuat : KAMI ADALAH UMMAT ISLAM. Namun, dengan ditanamkannya paham kebangsaan itu pada benak kaum muslim, pemikiran serta perasaan Islam-pun berganti menjadi pemikiran dan perasaan barat dengan paham kebangsaannya.

Pemikiran yang merosot ini kemudian di ikuti dengan terbuangnya aturan Islam dari kehidupan. Sedikit demi sedikit, peraturan dan perundang-undangan barat dicampur adukkan dengan hukum Islam. Ummat Islam mulai menerima undang-undang barat yang tidak sesuai dengan tuntunan agamanya.

Hingga akhirnya, peradaban Islam yang tegak dibawah naungan Khilafah runtuh dan di pecah menjadi lebih dari 50 negara seperti yang kita saksikan sekarang. Bahkan para pejajah telah sukses menghapus jejak-jejak khilafah dari memori generasi muslim saat ini. Ya, lebih jauh lagi mereka pun mampu membuat generasi muslim saat ini untuk lebih mengagungkan ideologi kapitalisme dengan demokrasinya..

BARISAN MUHAMMAD TAKKAN PERNAH MATI

Akan senantiasa ada sekelompok orang dari umatku yang selalu menegakkan urusan agama Allah. Tidak akan memadaratkan mereka orang-orang yang menelantarkan atau yang menentang mereka hingga datangnya keputusan Allah (Hari Kiamat), sementara mereka meraih kemenangan atas seluruh umat manusia. (HR. al-Bukhari dan Muslim).

85 tahun silam, Khilafah telah berhasil diruntuhkan. Khilafah telah berhasil dihapuskan dari benak kaum muslim. Bahkan ketidak percayaan diripun mampu ditumbuhkan kedalam benak kaum muslim : Khilafah adalah utopia. Khilafah adalah sebuah omong kosong yang mustahil diwujudkan.

Akan tetapi janji Allah dan Rasul-Nya adalah benar. Meskipun kaum penjajah telah berusaha keras mengubur jejak-jejak syariah dan khilafah, namun akan selalu ada sekelompok orang dari ummat Rasulullah yang akan tetap memegang teguh urusan agama-Nya. Meski banyak yang menelantarkan dan mengacuhkan perjuangan mereka, meski banyak orang-orang yang menentang perjuangan mereka, namun mereka akan tetap kokoh dengan sikap itu, hingga kemenangan yang dijanjikan-Nya tiba di depan mata.

***

21 Juli 2009, lebih dari 7000 ulama berkumpul di Istora Gelora Bung Karno pada acara Muktamar Ulama Nasional yang digelar oleh Hizbut Tahrir Indonesia. Mereka sepakat untuk mendukung perjuangan syariah dan Khilafah. Wujud dukungan itu tertuang dalam Mitsaq al-ulama (piagam ulama). Gemuruh takbir dan teriakan : ”khilafah.. khilafah.. khilafah” menggema menjelang akhir muktamar.

Kini hal yang dianggap utopis itu telah menanti di depan mata. Cepat atau lambat khilafah akan kembali menaungi kehidupan di muka bumi. Khilafah adalah milik seluruh ummat, oleh karenanya bergabunglah bersama mendukung perjuangan ini agar janji Allah dan Rasul-Nya segera terwujud !

“Masa kenabian akan hadir di tengah-tengah kalian selama Allah menghendakinya. Allah kemudian mencabutnya apabila Dia berkehendak untuk mencabutnya. Muncullah kemudian Khilafah yang tegak di atas manhaj kenabian yang akan tetap ada selama Allah menghendakinya. Allah lalu mencabutnya apabila Dia berkehendak untuk mencabutnya. Muncullah kemudian kekuasan yang lalim selama Allah menghendakinya. Allah kemudian mencabutnya apabila Dia berkehendak untuk mencabutnya. Selanjutnya, muncullah kembali Khilafah yang tegak di atas manhaj kenabian.” Setelah itu, Rasulullah saw. terdiam. (HR. Ahmad)

Banjarmasin, Juli 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: